Minggu, 16 Desember 2018

Gadis-Gadis Peneduh Yang Melapangkan Hati

KAMARUDIN

Abaikan wajah gantengku. wlwlwl~~. Nggak sopan sekali yah.

Mereka (kecuali cowok) ialah gadis-gadis ceria, asyik, solehah, dan mereka belum ada yang menikah (2018). Cowok yang belakang juga belum nikah sih. Dia masih jomblo bagi yang berminat stalking dia, follow saja IGnya @ix.maru. Kalau Anda berminat untuk dibersamainya langsung saja DM lewat IG.

Tepat hari kamis 13 Desember 2018, mereka menyempatkan diri untuk guyon bersamaku. Mereka adalah teman-teman baikku yang memberikan banyak pandangan tentang hidup. Diam-diam aku belajar kepada mereka dan kurang ajarnya, aku mempelajari mereka.

Kedatangan mereka ke kontrakanku sebagai bagian dari pengamalan pancasila yaitu persatuan Indonesia. Hehe. Aku terima mereka dalam keadaan yang mungkin tidak bisa konsentrasi penuh untuk ngobrol dengan mereka. Tapi mereka tetap saja dalam keaadan penuh konsentrasi untuk ngobrol denganku.

Mereka memberikan kebahagiaan dan melapangkan hatiku untuk tetap bahagia. Aku kalah dengan mereka, yang belum bisa berbagi kebahagiaan untuk mereka. Jahat sekali sih aku.

Padahal besoknya aku harus pulang menuju kampung halaman di Lombok. Seharusnya saat itu aku harus bisa memberikan kebahagiaan, kebaikan, yang mungkin tidak terulang seperti saat kuliah, seperti sikap mereka hari itu. Semoga Tuhan menyegerakan kita untuk bertemu lagi. Saat Lombok terguncang gempa berbulan-bulan mulai sejak 29 Juli 2018 hingga September, skala gempa dari 5.0 sampai dengan 7.0 Mg terjadi hamper setiap hari yang meluluh lantahkan Lombok Utara dan sekitanya, mereka menanyakan kabar keluarga saya, apakah selamat atau tidak. Mereka mengkhawatirkannya.

Obrolan kami hari itu kadang mengarah ke isu pencelaan kepada salah satu pejabat pemerintah. Kadang ngobrolin Blackpink, Girl band yang terkenal dari Korea. Blackpink menjadi endors Shopee yang menyambut HARBOLNAS (Hari Belanja Online Nasional) 12.12. Eh kebetulan juga anak-anak kontrakan seneng main goyang Shopee dan ikutan kuisnya.

Ohya kita kenalan sama mereka saja ya. 
Gadis ceria manja seperti senja. Berkaca mata dan setia. Bertutur kata seperti auranya. Bergamis hitam, ku sebut dia, Ais. Satu-satunya ratu dalam dunia nyata, kalau dunia hanya sebatas aku dan dia. Wlwlwl.

Dila. Gadis termanis, kalau aku hanya mengenal dia dalam cerita tragis. Berstatus jomblo tanpa status. Kalau aku ngechat via watsap, dia bakalan gak balas-balas. Udah ya mengenai dia. Ohya dia yang menggunakan baju hitam, rok putih kebiruan (aku tidak tahu nama warnanya), dia gadis baik-baik.

Nah kalau yang berbaju merah kalian bakalan tahu, iya karena aku akan memberitahukan namanya. Dia aku sebut amel. Orangnya lucu, baik, kecil tapi memiliki keluasan hati dalam berteman. Teman-temannya tidak hanya dari manusia, tapi kadang dari dunia yang lain, bahkan menurut pengakuannya dia berteman dengan si minten. Kalau kamu mau tahu minten itu siapa tanya dia yak.

Nah yang terakhir nih. Ku panggil dia Ida. Orangnya baik, aktivis IMM, kalau tutur katanya halus, hatinya juga, wlwlwl. Kadang dia lucu, orangnya asik. Kalau mau ketemu dia langkahi mayatku dulu. Hiya-hiya. Jilbab warna hijau itulah Ida.

Nah yang belakang tidak usah kita kenal, dilewatkan saja.

Mereka dari dekat wkwk.

Mereka dari sudut pintu.
Kalau yang bawah ini bonus ya. Wlwlwl.


Semoga anak-anak kalian nanti tahu kalau kita pernah gokil wlwl.

Sabtu, 01 Desember 2018

Cumlaude Bhineka Tunggal Ika

KAMARUDIN

Di tengah riuhnya suasana politik dalam negeri. Penuh dengan warna warni demokrasi, karena sebentar lagi perhelatan pilpres akan digelar.

Aku tidak ikut menjadi bagian dari salah satu dari pendukung atau relawan setiap calon presiden. Aku cukup hanya berada ditengah agar tidak menambah masalah dan berdiam diri, karena aku tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Jangan tanya dengan cintaku pada Indonesia, aku sangat mencintainya. Oleh karena itu aku tak ingin menambah masalah.
Sejenak melupakan masalah negeri, aku di sudut kampus sedang berbahagia karena telah resmi diwisuda. Tepat pada Sabtu 24 November 2018 aku di wisuda di GOR UNY. 

Kebahagiaan ini tidak hanya untuk diriku sendiri, tapi ini juga menjadi kebahagiaan keluarga besar aku. Walaupun wisudaku tidak dihadiri oleh orangtuaku secara jasad, tapi mereka telah datang secara ruh dalam suasana itu. Yang paling luar biasa adalah kedua orangtuaku hadir dengan do’a, cinta yang mengalir, hadir di dalam hatiku, dan mereka berdua ada dalam jiwaku menjadi satu.
Senyum yang ada pada diriku, tidak terlahir dari jiwaku sendiri namun ia terlahir atas cinta yang penuh keikhlasan, komitmen, ketulusan, kemesraan, kasih sayang dari kedua orangtua aku. Atas itulah segala ibadah dan upaya yang aku lakukan juga aku do’akan sebagai amal ibadah kedua orangtuaku.
Suasana bahagia ini juga ikut dirasakan oleh teman-teman seperjuangan begitu juga dengan orangtua dan sanak saudara mereka. Lihatlah senyum mereka, tidak ada beban pada mereka, kecuali beban berat badan, hiya-hiya-hiya. Mereka adalah teman sekalasku, yang dengan izin Allah memberikan kesempatan bersama untuk wisuda bareng pada periode November 2018.

Ohya kami selalu satu kelas sejak pertama kali masuk kuliah pada September 2014 sampai dengan diwisuda pada November 2018.

Jika suasana diluar sana masih berdebat tentang bhineka tunggal ika, kami sedikit lebih maju dari pada mereka yang bertengkar dengan bhineka tunggal ika, kami hidup bersama dengan kebhinekaan dan saling memahami setiap karakter masing-masing dan selalu bisa memberi toleransi secara bersama.

Buktinya ada dua golongan yang saling dapat senyum bareng, yaitu antara golongan Cum Laude dan Non Cum Laude. Kuy-kuy-kuy, ha-ha-ha-ha, hi-hi-hi (lirik lagu viral dari Thailand). Kalau aku golongan non Cumlaude, yang Cumlaude #bukangolongankami. Jika besok kamu termasuk golonganku, katakana pada golongan Cumlaude “ANDA BUKAN GOLONGAN KAMI.”
Catatan: #ANDABUKANGOLONGANKAMI diviralkan oleh dua orang standup comedy yaitu Coki dan Muslim.

Tinggalkan lirik lagu kuy-kuy-kuy-kuy ha-ha-ha-ha hi-hi-hi-hi dan begitu juga #andabukangolongankami.

Kata orang bijak itukan “sebaiknya kita berbagi sesuatu yang baik diantarangya kebahagiaan. Nah kami tidak lupa memberi senyum dan raut wajah bahagia kepada saudara-saudara di atas tribun GOR UNY yang mengikuti undangan wisuda.
Sedikit kegiatan kami setelah dibubarkan dari acara wisuda. Kami mengabadikan suasana bahagia ini dengan mengambil gambar. Setelahnya biar kami ingat dan bisa berbagi cerita pada anak kami nanti. Karena orangtua harus mampu memberikan teladan kepada anaknya.
Nah mereka adalah adik-adik gokilku. Mereka pandai memberi hiburan saat momen dimana aku lagi mumet menggarap skripsi. Tapi mereka tidak pernah disuruh menghibur, entah spontan begitu saja.

Tentu kami tidap pernah menjadwal kapan harus saling menghibur, saling membesarkan hati, dan saling menyenangkan dalam kebaikan.

Ohya, yang pakai jilbab coklat orangnya memang malu-malu. Wl wl wl wl. Mau aku zoom tapi jangan deh. Tapi aku akan menunjukkan foto yang lain.
Saking terpananya denganku, dia gak mau menghadap kamera. Hiya-hiya-hiya (ini juga dipopulerkan oleh Coki dan Muslim). Jadi jangan kau rebut dia ya!

Andai kau tahu pandangannya dia itu selalu ke wajahku. –TAPI BOHONG, HIYA HIYA HIYA HIYA- (Coki & Muslim).
Mereka mencegat aku saat ingin berfoto bersama teman-teman kelasku, terkhusus yang wisuda November 2018. Saat naik tangga kebetulan sekali pintu tangga yang sebelah utara GOR ini tertutup dan terkunci.

Mereka memanggilku dan memintaku untuk turun kasta, eh salah maksudku turun tangga.
Wah-wah kok ada asap? Ohya itu berasal dari flare yang dinyalakan oleh mahasiswa dari Pendidikan Teknik Mesin. Mereka merayakan kebahagiaan kakak tingkatnya yang diwisuda. Nah mungkin teman saya yang satu kampung juga ikut ambil bagian di sana.
Kami mendokumentasikan perayaan wisuda kami di timur GOR bagian luar. Ini terwujud karena adanya suatu kesolidan yang kami bangun selama empat tahun.
He heu, misteri jilbab coklat akhirnya terungkap. Dia, ternyata bukan pemalu juga. Aku kenalkan mereka kepada kalian yak. Kita mulai dari pojok kiri jilbab hijau Ulfah (Bantul), Amel (Klaten), Maru (Lombok), Shogi (Karang Anyar), Fifi (Bantul), Ulil (Sleman).

Akhirnya sesi foto-foto berakhir sampai sekitar jam 14 lebih. Sejenak aku dan kawan-kawan duduk di timur GOR.

Dari pagi aku belum makan, untung saja didekatku ada yang jualan bakso tusuk. Cukup untuk mengganjal perut sebelum makan.
Aku dan teman-teman yang masih di jogja sampai malam memutuskan untuk keluar mencari udara kota. Sambil menunggu waktu tiba aku ambil kencrung milik Ahmad Mursyid Arkan.

Inilah ekspresi kami di nol kilometer Malioboro, Yogyakarta. Tapi tenang saja ini hanya gambar-gambar yak.







Makasih loh sudah menyempatkan mampir. 

Kamis, 15 November 2018

Kopi Ala Sontoloyo

KAMARUDIN

gambar oleh www.liputan6.com

Aku hanya mau beritahu saja. Kalau kopi yang dibuat pak Presiden kemarin adalah kopi asli dalam negeri kita.

Negeri kita kan negeri aman damai dan sejahtera lahir dan batin. Tidak seperti negeri tetangga ribut terus gara-gara satu kata. Hai cebong, hai kampret, hai genderwo, dan kalian semua sontoloyo.
~Jangan lupa Ngopi~

Selasa, 13 November 2018

Kopi Ala Presiden

KAMARUDIN


Disuatu pagi, aku dibuatkan kopi oleh presiden terpilih Negara Kopi Panas.

Oh indahnya pagiku. Aku punya presiden yang sangat mengerti dan mencintai pemilik Negara Kopi Panas.

~Jangan lupa Ngopi.~


Sabtu, 01 September 2018

Ketika Kamu Melamar Dia, Ini Rahasia Luluhkan Hati Calon Mertua

KAMARUDIN

Pernikahannya Mbak Rosi, Banjarnegara, Jawa Tengah
Ketika diri menagih hati untuk memiliki seorang kekasih. Diri terlanjur sayang. Dengan hati ikhlas, diri harus siapkan segala sesuatu untuk memiliki kekasih.

Memiliki kekasih bukan perkara mau sama mau. Tapi perkaranya adalah diri dengan calon mertua. Terkadang disinilah tantangannya.

Sering kali ada saja cerita, kalau calon mertua bertanya hal yang kamu tidak duga.

Eh tapi jangan khawatir, itu perkara mudah. Ini tips buat kamu luluh lantahkan hati calon mertua.

Cobalah percakapan seperti ini.

“Pak. Saya mau melamar anak bapak.”

“Anakku yang mana?” Kata calon mertua.

“Yang sebelah bapak.”

“Memang kamu modal apa melamar anakku.”

“Tidak banyak sih pak. Aku hanya punya dua rokaat sebelum Subuh.”

“Apa itu?”

“Dunia dan seisinya.”

“Hanya itu! Aku mau lebih dari itu.”

Jika calon mertua tidak puas dengan jawabanmu. Lanjutkanlah seperti berikut.

“Bukan hanya itu pak, sekarang juga. Aku akan memiliki anak bapak.”

“Kurang ajar ya kamu.”

Kamu jangan kecut sampai disini. Kamu harus memperkuatkan mentalmu. Tanyakan lagi kepada calon mertuamu.

“Memang bapak maunya apa?”

“Aku hanya mau kamu jadi menantuku.”

Nah diterimalah dirimu. Eh tapi belum tentu. Kan kamu tidak sendirian datang ke rumah calon mertuamu. Kamukan bawa teman.

“Kamu yang aku pilih sebagai menantuku.” Calon mertua menunjuk temanmu. Dan ternyata kamu hanya mengantarkan temanmu. Kamu hanya juru bicaranya.

Kalau seperti itu, kamu tidak perlu putus asa. Tapi putuskan hubunganmu dengan calon pasanganmu tadi. Apapun hubungannya.

Jika itu yang terjadi pada dirimu. Tidak dapat kamu pungkiri lagi bahwa tidak ada pundak lagi tempat kau bersandar. Tapi jangan khawatir.

Jika tidak ada pundak tempat kau bersandar, ingatlah! Ada tanah tempat kau bersujud. –EAN-

Minggu, 12 Agustus 2018

Rupaku Pengikut Dajal, Janjiku PuraPura Surga

KAMARUDIN


Hiruk-pikuk di negeri seberang. Berlomba-lomba memperlihatkan beribu rupa dari satu rupa. Rupa-rupa itu dirupakan sedemikian rupa. Dicat, ditato, dilukis, diwarnai, diukir, dan berbagai cara demi mendapatkan citra dari berbagai angel.

Rupa yang tak serupa dari rupa yang sebenarnya.

Aku melangkah menjauh dari rupa-rupa, merenungkan rupaku sendiri apakah rupaku seperti rupa mereka. Tak mampu aku menjauh dari rupa-rupa itu. Aku diseret rupa-rupa untuk percaya pada rupa-rupa yang pura-pura merupa sedemikian rupa agar dapat menarikku.

Beribu rupa-rupa itu menjanjikanku kesejahteraan, rupa-rupa itu menggambarkan layaknya surga padaku. Datang dari barat juga utara seberang negeri.

Rupa-rupa itu berupaya menutup mata sebelah kananku. Seketika aku ingat dengan rupa-rupa dajal dan ya’juj-ma’juj.

Pernah aku diceritakan bahwa dajjal itu bermata satu. Ia menjanjikan surga namun memberi neraka. Menjadikan rupa neraka pura-pura surga.

Rupaku pengikut Dajjal, jika saja aku tergoda rupa-rupa yang pura-pura surga, maka aku bagaikan ya’juj ma’juj yang gila gedung tinggi, tempat tinggi, tahta negeri, ketenaran, dan janji-janji yang pura-pura surga.

Dajal abad 21, menjanjikan kesejahteraan, keamanan perut, menawarkan pembangunan, dan pelan-pelan membunuh.

Saat ini mungkin setan sudah tidak menjadi musuh lagi, sekarang ia menjadi teman, menjadi teman akrab tiap detik disetiap ruang.  Hingga terpedaya mengikuti janji-janji Dajal.
Biarkan aku tinggalkan rupa-rupa itu.

Kamis, 09 Agustus 2018

Ngomong Benar Apa Saja, Itu Bisa Salah

KAMARUDIN

Semakin banyak belajar, semakin banyak yang aku tidak ketahui. Oleh karena itu kita sinau bareng.

Ngomong benar apa saja, itu bisa salah. Oleh karena itu kita belajar dari banyak pandang, banyak sudut agar kita tidak terjebak dalam keegoisan.

Pancasila (nasionalisme) tidak mengganggu orang lain saat ada lampu merah dengan patuhi aturan. 

Dari sinau bareng kita mari meningkatkan rasa kemanusiaan kita, dengan cara empati, membantu saudara yang kena musibah.

Jangan buat negara seperti negara lain. Karena negara kita begitu besar, beragam, maka indonesia harus menjadi dirinya. 

Kalau medan kita berbeda maka kita tidak bersaing dengan siapapun.

Biarkan kita tirakat dulu, agar pas buka bisa menikmati kenikmatan yang tinggi.

Membuat apapun itu harus dihitung kelengkapannya. 

Sudra: menomorsatukan duit.
Brahma: menomersatukan tanggung jawab diri dihadapan Tuhan.
Pusaka: martabat, harga diri. Pemegang kris itu brahma, jadi tidak mungkin mau jadi presiden.

Pedang tidak boleh jadi pekerjaan. 

Tiap orang punya medan perangnya sendiri, maka iya harus menjadi dirinya sendiri.

Jadilah manusia inklusif. 

Mengapa harus berdaulat?

Komoditas-Ekonomi-Persaingan dagangan.

Cari posisimu, mengerti dirimu.

#Musa tidak bisa membelah lautan.
#Dikira omongan ustadz, mazhab, itu agama.
#Ibarat tela.
#Batal mati karena anjing.

Fuqoha: orang ngerti syariat.
Ulama: punya kaweruh.

Ilmu, iman, roso.

Cepet selesaikan kuliahmu, dosenmu ngeyel, ikutin saja, turutin selera dosenmu. 

Catatn Maiyah 9 Agustus 2018.

Coprights @ 2016, Blogger Template Dibuat oleh Templateism | Templatelib