0
Pikirku. Aku akan meminta wajahku seputih air susu yang mengalir di surga. wkwk
~Cucuku surga dan manusia itu sama-sama ciptaan Tuhan. Surga memang tempat yang indah, tapi ingat! Itu sama seperti kamu, surga dan kamu itu ciptaan Tuhan.
~Tuhanlah tujuan utamamu ibadah. Bukan surga. Surga itu pemberian cinta Tuhan padamu, tapi jika kamu mencintai Tuhan.
“Mbak sampaian tadi sapa aku gak?”
Mata mbaknya serta vocal suaranya sangat mengena. “Mboten mas. Tidak mas.”
Aku langsung pergi meninggalkan gadis itu, tanpa kata penutup. Tanpa minta maaf.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadr (Al-Qadr: 1).
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (Al-Qadr: 2)
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. (Al-Qadr: 3)
Sejahteralah sampai terbit fajar. (Al-Qadr: 5)
"Mas apa kabar?"
"Aku baik-baik saja Sya. Kalau kamu bagaimana Sya?"
"Aku juga baik-baik saja mas. Ohya mas, aku pergi dulu ya. Aku mau menyelesaikan tugasku dulu sama teman-teman."
وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا
“Akhlak kita kepada makhluk Tuhan yang lain merupakan akhlak kita kepada Tuhan. Kalau kita menghadap ke Tuhan dengan ikhlas dan begitu juga seharusnya ke orang lain dengan ikhlas. Kalau yang kita lakukan ke Tuhan adalah kebaikan maka begitu juga kita ke makhluk Tuhan. Sebenarnya saya cukup berat mengatakan bahwa makhluk hidup adalah perwujudan dari Tuhan –takutnya orang lain salah memahaminya.”
“Kembali ke akhlak. Menurut saya juga, bahwa goal dari ibadah dan alqur’an adalah akhlak. Goal yang saya sebut ini adalah salah satu dari banyak goal lainnya. Akhlak merupakan bentuk konkrit dari Rahman dan Rahim. Dalam pembukaan kitab Al-qur’an sifat Tuhan yang inilah yang pertama-tama disebut. Dengan arti lain bahwa Tuhan adalah zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Maha pengasih dan penyayang adalah akhlak yang sangat agung dari Tuhan. Maka manusia yang diajari oleh Tuhannya untuk selalu berbuat pengasih dan penyayang kepada makhluk tuhan yang lainnya, idealnya melakukan hal tersebut dalam setiap tingkah lakunya.”
“Terima kasih kamu telah mengingatkan. Ohya tidak tepat juga sih kita menyatakan makhluk sebagai perwujudan Tuhan. Karena Tuhan tidak ada yang dapat menandinginya. Tidak ada yang serupa denganNya. Mungkin yang tepat untuk sekarang, makhluk adalah bukti adanya sang pencipta yaitu Tuhan.”
Amang merasakan sesuatu yang kurang dalam hatinya. Ia melanjutkan perkataannya. “Tapi sebenarnya untuk sementara ada dua kemungkinan asal diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Yaitu dari Tuhan itu sendiri atau dari ketiadaan menjadi ada. Tuhan menciptakan makhluk dari ketiadaan menjadi ada. Makanya dari kedua hal tersebut aku menyatakan bahwa Makhluk atau manusia adalah perwujudan Tuhan atau kalau lengkapnya perwujudan dari adanya Tuhan.”
“Penggunaan kalimat yang lebih baik menurut aku menggunakan kalimat Makhluk adalah perwujudan dari adanya Tuhan.” Finung menyampaikan pendapatnya.
Coprights @ 2016, Blogger Template Dibuat oleh Templateism | Templatelib